Press "Enter" to skip to content

Mengenal Kompresor Angin: Pengertian dan Jenisnya

Air compressor atau dalam bahasa Indonesia disebut kopresor angin merupakan alat yang memiliki fungsi untuk menaikan tekanan udara dan menyumbat fluida gas. Untuk pengopersiannya alat ini digerakan menggunakan bebera jenis mesin penggerak diantaranya, mesin bensin, mesin diesel, motor listrik. Perangkat ini -kompresor angin beserta pengeraknya paling sering kita jumpai di bengkel – bengkel sepeda motor atau mobil. Di tempat itu biasanya mesin tersebut dimanfaatkan untuk mengisi udara ban atau untuk meniup debu yang ada di komponen kendaraan kita.

Langkah kerja dari kompresor angin bisa kita analogikan dengan paru – paru yang kita miliki. Supaya tekanan dari udara yang kita keluarkan semakin kuat maka kita harus menghirup nafas dalam – dalam. Misalnya kita coba untuk meniup api yang menyala di sebuah damar. Sebelum melakukannya maka kita akan ancang – ancang terlebih dulu dengan memasukan banyak udara ke paru – paru hingga dada kita mengembang barulah kemudian kita keluarkan. Hembusan udara itu mampu untuk memadamkan api yang menyala. Bila kita langsung meniup dengan kapasitas nafas biasa bisa jadi api gagal dimatikan.

Mengenal Kompresor Angin

Dari prinsip kerja ini ternyata banyak orang yang salah memahaminya. Pemahaman yang salah tersebut menganggab bahwa semakin besar ukuran kompresor angin maka kian kuat juga tekanan udaranya. Padahal yang benar adalah semakin besar air compressor, itu berarti proses pengisian udara ke tanki akan semain cepat. Hal ini kemudian turut mempercepat kenaikan tekanan udara di dalam tanki.

Di pasaran kompresor angin ada banyak sekali jenisnya yang ditawarkan oleh para distributor kompresor. Akan tetapi secara umum kompresor angina diklasifikan dalam jenis – jenis di bawah ini.

  1. Mini Air Compressor

Yang pertama ada kompresor angi mini dengan fungsinya yang sebatas meniupkan udara karena tidak memiliki tabung tekanan karena itulah ukurannya relative kecil.

  1. Direct Driven Air Compressor

Kompresor yang satu mempunya motor penggerak yang langsung terhubung ke pompa udara. Hal ini pun mengasilkan kecepatan pompa udara sama dengan jumlah putaran motor penggerak.

  1. Belt Driven Air Compressor

Berbeda dengan jenis direct driven, kompresor angina yang menggunakan sistem belt driven tidak langsung terhubung dengan penggerak sehingga diperlukan vanbelt.

  1. Screw Air Compressor

Jenis ini merupakan compressor yang digunakan untuk keperluan khusus yang membutuhkan tekanan udara sepanjang waktu.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *